LAA TAHZAN INNALOHA MAANA

Dia lah yg menciptakan Bumi Dan Langit,Tiada Sekutu Bagi Nya.

https://youtube.com/channel/UCTwQud6cdxDPC0tcOG56wbA

Dalam nya lautan masih ada dasar nya...

Samudera Keagungan Nya...???

بسم الله الرحمن الرحيم
Segala puji bagi Allah, Tuhan yang mengisi [memenuhi] hati para wali-Nya dengan kasih sayang-Nya dan mengistimewakan jiwa mereka dengan memperhatikan kebesaran-Nya dan mempersiapkan Rahasia mereka untuk menerima ma'rifat-Nya, maka hati nurani mereka merasa bergembira dalam kebun ma'rifat-Nya dan roh mereka terasa nikmat di alam malakut-Nya, sedang Rahasia mereka berenang di lautan jabarut, maka keluar dari alam pikiran mereka berbagai permata ilmu dan dari lidah mereka mutiara hikmah. Maha suci Allah yang memilih mereka untuk mendekat pada-Nya dan mengutamakan mereka dengan kasih sayang-Nya. Maka terbagi antara mereka salik dan majdzub dan menyintai dengan yang dicintai, mereka tenggelam dalam cinta Dzat-Nya dan timbul kembali karena memperhatikan sifat-Nya. Kemudian shalawat dan salam atas Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam sumber dari semua ilmu dan cahaya, bibit dari semua ma'rifat dan sir [rahasia]. Dan semoga Allah ridha pada keluarga dan sahabatnya yang tetap taat mengikuti jejaknya. Amiiin.

Adapun dalam segala masa, maka ilmu tasawuf yang dahulunya atau hakikatnya ilmu tauhid untuk mengenal Allah, maka termasuk semulia-mulia ilmu terbesar dan tertinggi, sebab ia sebagai intisari dari pada syari'at, bahkan menjadi sendi yang utama dalam agama Islam, sebab Allah telah berfirman: "Wa maa khalaq tul jinna wal insan illa liya'buduun". [Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka menyembah Aku]. Karena pengertian ilmu Tauhid telah berubah namanya menjadi ilmu kalam, ilmu filsafat yang sama sekali, seakan-akan tidak ada hubungannya dengan akhlak dan amal usaha, maka timbul nama ilmu tauhid yang dijernihkan kembali dari sumber yang semula di ajarkan dan dilakukan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan sahabatnya. Sebab dari ilmu inilah akan dapat memancar nur [cahaya] hakikat, sehingga dapat menilai semua soal hidup dan penghidupan ini dengan bimbingan dan pentunjuk Allah dan pelaksanaan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Sedang kitab yang disusun oleh Abul Fadhel Ahmad bin Muhammad bin Isa bin al-Husain bin Athaillah al-Iskandary. Salah satu kitab yang sangat baik menjadi pedoman dalam ajaran tauhidnya, sehingga tampak benar bahwa ia berupa ilmu ladunni dan rahasia quddus.

Adapun definisi ilmu tasawuf [tauhid], Junaid al-Baghdadi berkata: "Mengenal Allah, sehingga antaramu dengan Allah tidak ada perantara [hubungan dengan Allah tanpa perantara]. - Menerapkan dalam kehidupan semua akhlak yang terpuji menurut apa yang telah di sunnahkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan meninggalkan akhlak yang tercela. - Mengendalikan hawa nafsu sesuai kehendak Allah. - Merasa tidak memiliki apapun dan juga tidak dimiliki oleh siapapun kecuali Allah. Adapun caranya: Mengenal Asmaa Allah dengan penuh keyakinan, sehingga menyadari sifat-sifat dan af'al Allah di dunia ini. Maka Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang telah mengajarkan dari tuntunan wahyu dan melaksanakannya lahir-batin sehingga diikuti oleh para sahabat-sahabatnya radhiallahu 'anhu.

Adapun mamfaatnya: Mendidik hati sehingga mengenal Dzat Allah, sehingga berbuah kelapangan dada, kesucian hati dan berbudi pekerti yang luhur menghadapi semua makhluk.

Abul Hasan asy-Syadzily radhiallahu 'anhu berkata: Pengembaraan kami terdiri diatas lima:

-Taqwa kepada Allah lahir dan batin dalam kesendirian dan di depan publik.
-Mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam semua kata dan perbuatan.
-Mengabaikan semua makhluk dalam kesukaan ataupun dalam kebencian mereka. [tidak menghiraukan apakah mereka suka atau benci].
-Rela [ridha] menurut hukum [takdir] Allah, baik yang ringan maupun yang berat.
-Kembali kepada Allah dalam suka dan duka.

JALAN MENUJU ALLAH SWT

bicara ilmu syari’at, thoriqoh, hakikat dan makrifat dalam ilmu dan dalil islam

Dalam tubuh manusia ada yang namanya (jasad), yang mengaturnya adalah ilmu (fikih). Inilah yang sering disebut (islam). Kinerjanya di sebut (ibadah /ritual) dan (syari’at), inilah yang disebut tujuan dalam halilah anggota badan. Orang yang mengamalkannya disebut (ABIDIN).

Kemudian ada (hati) yang mengaturnya adalah ilmu (tasawuf), ini yang sering disebut (iman), yang kinerjanya adalah (ubudiah). Inilah yang dinamakan (thorikat) diambil dari kalimat “thorik” Atau jalan dalam kajian tasawuf diterangkan, adalah menjalankan hati/memanajemen hati agar bisa tau atau bisa berjumpa dengan sang Pencipta hati). Orang yang mengamalkannya disebut (MURIDIN atau SALIKIN).

Kemudian ada (ruh) yang mengaturnya adalah ilmu (Tauhid), ini yang disebut (ihsan) yang kinerjanya adalah yang dinamakan (ubudah) inilah sebagai Tujuannya yaitu kepada (hakikat). Orang yang mengamalkannya disebut (ARIFIN atau ARIF BILLAH) .

Nah yang terakhir MAKRIFAT. 
makrifat adalah kesadaran akan adanya ketidaktahuan (kebodohan) ketika pengetahuan tentang Allah datang.

*melalui definisi ini, dia ingin menyatakan bahwa pada hakikatnya manusia itu berada dalam ketidaktahuan tentang hakikat Allah. Dimana keadaan yang demikian ini, baru disadarinya ketika datang makrifat kepadanya. Pada saat itu, dia akan mendapatkan pengetahuan tentang hal hal yang berkenaan dengan Allah yang sebenarnya tidak pernah di ketahuinya.

makrifat atau pengetahuan tentang Allah, akan dapat di capai oleh seorang sufi, dalam keadaan fana tertinggi. 
Dimana pada saat itu, segala sifat kemanusiaan yang ada didalam dirinya hilang seketika. Semua keinginannya kepada benda benda duniawi terhapus. Kesadaran akan dirinya lenyap, digantikan oleh kesadaran dan kedekatannya kepada Tuhan. Sedangkan yang masih tinggal pada dirinya hanyalah perasaan akan bersatunya ruh dirinya dalam Allah. Dan pada titik itulah sesungguhnya makrifat ini muncul menguasai dirinya. Dimana Allah dengan segala rahmat_NYA telah berkenan menganugerahkan makrifat itu kepadanya.

Nah selamat mengarungi bahtera menyelam kedasar samudera.

https://youtube.com/channel/UCTwQud6cdxDPC0tcOG56wbA

  • Kitab awamil
    Kitab Matan Awamil Mandaya (jawa serang) بسم الله الرّحمن الرّحيمNgawiti isun kelawan nyebut asmane Allah kang murah ingdalem dunia turkang welas asih ingdalem akhirat balaka إِعْلَمْ أَنَّ اْْلعَوَامِلَ فِى النَّحْوِ مِائَةُ عَامِلٍWeruhe sire ing setuhune pire-pire amil ingdalem ilmu nahwu iku satus amil لَفْظِيَةٌ وَمَعْنَوِيَةٌSiji ‘Amil Lafdzi Lan Kapingdo ‘Amil Ma’nawi فَاللَّّفْظِيَةُ مِنْهَا عَلَى ضَرْبَيْنِى…Lainnya
  • Penjelasan dzikir syathoriyah
    dzikir laa ilaha illa Allah merupakan pembuka pintu hati. Dzikir Allahmerupakan pembuka pintu hati ma‟nawi. Dan dzikir huwa merupakanpembuka hati sir.Lainnya
  • METODE ILMU SHOROF BAHASA ARAB
    PEMBAHASANA.     Pengertian Fi’il Tsulatsy MazidFi’il Tsulatsy Mazid ialah kalimat yang fi’il madzinya memuat lebih dari 3 huruf, dengan rincian yang 3 huruf asal, dan yang lain berupa huruf tambahan, contoh: اِجْتَمَعَ . secara garis besar fi’il tsulatsy mazid terbagi tiga macam:Berikut adalah pembagian Fi’il, yaitu;1.      Fi’il tsulatsy mazid ruba’i, yaitu: Kalimah yang fi’il madzinya terdiri…Lainnya
  • Ilmu shorof bahasa arab
  • SILSILAH AGUNG THORIQOH SYATHORIYAH
Ustd. Ahmad SOLAH TAZ
Jln ry Sukabumi parungkuda
Bojongkokosan
Monumen palagan RT 03/07
Sukabumi, Jawa barat 43357
Indonesia

Kitab Sullamtaufiq pdf

https://ahmadsolahtaz.family.blog/2022/04/23/perjalanan-sejarah-singkat-tarekat-syattariyah-syeikh-abdurrauf-as-singkili-guru-nya-syeikh-abdul-muhyi-pamijahan-tasik-jawa-barat/

https://youtube.com/channel/UCTwQud6cdxDPC0tcOG56wbA

Kitab Nurud dholam pdf

Musik adalah ilmu yang membahas nada dan suara, dimana wazan pada setiap kata dalam syair dapat mengikuti musik sebagai akhiran setiap baitnya. Hal ini bisa dilihat dari bahr yang ada di dalam tatanan syair maupun nadhom. Dengan adanya musik maka syair atau pun nadhom bisa dilagukan dengan indah.
Muhassinat lafdhiyah ialah salah satu kajian dari ilmu ilmu Badi’, sedangkan ilmu Badi’ cabang dari ilmu Balaghoh. Muhassinat al-lafdhiyah merupakan keindahan dalam bentuk lafadz, keindahan tersebut terdapat dalam karya sastra berupa : ayat-ayat al-Quran, syair, nadhom ataupun maqomat. Dari keindahan lafadz tersebut penulis tertarik untuk meneliti bait apa saja yang mengandung muhassinat al-lafdhiyah beserta musiknya pada serangkaian nadhom yang terdapat dalam kitab nurudh dholam. 
Kitab Nurudh Dholam yang dikarang oleh Syaikh al-Imam an-Nawawiy ats-Tsaniy al-Bantaniy al-Jawiy asy-Syafi’i merupakan syarh dari Nazhom Aqidatul Awam berisi syair-syair (nadham) tentang Tauhid, kitab ini dikarang oleh Syaikh as-Sayyid al-Marzuqiy. Mula-mula nadhamnya berjumlah 26 bait, kemudian Syaikh al-Marzuqiy menambahkan lagi sebanyak 31 bait hingga berjumlah 57 bait. 
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1) Apa saja macam-macam muhassinat lafdhiyah dalam kitab nurudh dholam? 2) Bagaimanapengaruh musik dalam keindahan lafadz dalam kitab nurudh dholam? Dengan adanya rumusan masalah ini, maka penulis menggunakan metode kualitatif untuk membantu menganalisis permasalahan yang dikemukakan. 
Kesimpulannya, setelah penulis melakukan penelitian pada nadhom yang terdapat dalam kitab nurudh dholam ditemukan data-data yang mengandung muhassinat lafdhiyah diantaranya : 9 jinas (1 jinas tam dan 8 jinas ghoiru tam), 57 sajak (34 sajak muthorof dan 23 sajak mutawazi), seta 3 iqtibas yang berasal dari sebagian ayat Al-Quran. Sedangkan pengaruh musik ialah untuk membuat hati senang dan gembira dengan alunan musik yang disebabkan oleh tertatanya wazan-wazan serta keserasian dan keindahan lafadznya. Selain itu musik juga bisa menggerakkan hati serta memberi pengaruh yang sangat besar bagi pendengarnya, seperti bisa membuat suasana senang, gembira, riang, sedih, menangis, tertawa, bahkan dapat menidurkan anak kecil yang sedang menangis ataupun dapat membuat onta merasa nyaman dengan tunggangan berat yang dibawanya sehingga mati.

Kita hanya media Qudrot nya ALLAH

مِنْ عَلاَ مَةِ اْلاِعْـتِــمَادِ عَلَى الْعَمَلِ، نُقْصَانُ الرَّجَاءِ عِنْدَ وُجُـودِ الزَّ لــَـلِ

“Di antara tanda-tanda orang yang senantiasa bersandar kepada amal-amalnya, adalah kurangnya ar-raja’(rasa harap kepada rahmat Allah) di sisi alam yang fana.”

Pada dasarnya syari’at menyuruh kita berusaha dan beramal. Sedang hakikat syari’at melarang kita menyandarkan diri pada amal dan usaha itu, supaya tetap bersandar pada karunia dan rahmat Alloh subhanahu wata’ala.

Apabila kita dilarang menyekutukan Alloh dengan berhala, batu, kayu, pohon, kuburan, binatang dan manusia, maka janganlah menyekutukan Allah dengan kekuatan diri sendiri, seakan-akan merasa sudah cukup kuat dapat berdiri sendiri tanpa pertolongan Allah, tanpa rahmat, taufik, hidayat dan karunia Allah subhanahu wata’ala.seharusnya dalam beramal itu semua dikehendaki dan dijalankan oleh Alloh. sedangkan dirikita hanya sebagai media berlakunya Qudrat Alloh.

https://youtube.com/channel/UCTwQud6cdxDPC0tcOG56wbA